Sebelum Kau dan Aku Mati
Ditulis oleh Mamad Culun Senin, 18 Januari 2010 06:31
Teman, saat sore bertabur senja mega merah jambu terlukis indah menakjubkan hati mengiringi hilangnya cahaya sang mentari yang sebentar lagi tertutup kelamnya langit malam yang kuramalkan tak ada satupun bintang yang ingin bersolek meramaikannya. Hidup ini memang membingungkan. Banyak pertanyaan yang bergumul memenuhi pikirankui dan membuat terasa sesak didalamnya hingga rasa sesak itu menjalar kedadaku, hingga hampir-hampir membusukkan hati ini, karna rasa sesak ini menusuk-nusuk dan menyayat hati ini. Tak heran banyak sekali orang yang kebingungan merasakan kehidupan ini. bahkan ada yang tak mampu tuk menjalaninya.
Banyak yang frustasi bahkan hingga memilih untuk mengakhiri hidupnya meski sebenarnya belum saatnya mereka menanggalkan pakaian perannya dalam drama hidup ini. Mereka berfikir bahwa dengan mengakhiri perannya dalam drama hidup ini alias bunuh diri mereka akan terlepas dari segala beban persoalan hidupnya. padahal sesungguhnya itu kelakuan bodoh tolol dan sia-sia yang diawali pemikiran yang singkat dan picik,suatu pikiran sampah tak berguna. Namun, aku bukan lah seorang munafik teman.
Pernah pula terjejal dalam benak ini untuk melakukannya akan tetapi sesuatu telah menyadarkanku hingga aku buang jauh jauh pikiran sampah itu. Dan aku pikir lebih baik ku tulis surat ini untukmu teman. Hidup ini sangat berharga teman.. hargai hidup kita isi hidup kita dengan
Teman, Dunia yang tak abadi, dunia yang telah pasti kita yakini akan berakhir kenapa bisa membuat kita merasa bahwa dunia itu seakan-akan abadi hingga kita terlalu terfokus pada hal yang mengejar keduniawian, apakah kita tak sadar? Bahwa dunia dan segala hal yang ada sangkut pautnya dengan keduniawian adalah hanya wadah yang akan kita tinggal kan apabila isi dari wadah itu tlah hilang yaitu jiwa kita yang telah kembali kesisi tuhan.
Teman, sering Kita tak memikirkan tentang isi dari wadah yang lebih penting daripada wadah itu sendiri. Padahal jiwa kita yang merupakan isi dari wadah itu adalah yang lebih abadi…
Ini hanya dunia yang tak lagi kan berumur panjang teman…dunia yang kan semakin berkurang umurnya selaras dengan bertambahnya umur kita…
Teman,
Apakah kita telah merasa bisa?
Hingga kita merasa congkak,angkuh?
Padahal esok kita akan hanya menjadi songgok daging yang busuk,
kemudian habis jadi santapan belatung hingga tinggal tulang
dan melebur dengan tanah yang kita anggap kotor.
Teman,
Jasadku: hanya sebuah wadah untuk menampung jiwaku sementara
Hanya sebagai pakaian dari jiwaku yang singgah di dunia dan akhirnya kan ku tanggalkan
Teman,
Duniaku: tak lebih dari tempat singgah sementara
Hanya sebuah panggung drama pelengkap peranku dalam sandiwara bersutradara sang khalik.
Ini semua tentang mati
Dan sedikit tentang duniawi
Balas suratku teman
Sebelum kau dan aku mati
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Simbol Perlawanan Itu Menjual
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


