Melatiku

Bukannya cintamu lusuh, kau tanggalkan, sirami hangat mendiang masa lalumu di Pelaihari, padam dan hilang mudamu muram.

Peluhmu lembut sepuh karang laut Borneo, membisiki gadis gadis dengan cinta cinta yang tak sampai, tak juga kasihmu padaku.

Senyummu garang, rangkul manis rangkaki bumi Papua, masih hangat tawa kita semalam menangisi, apalagi nasib yang akan menjadi hak kita, setelah rayuan lantang kayuh kapalmu tapaki arus Bagan hingga Serawak.

Rindu ini sudahi untukmu, melayang menguap oleh tujuh kemarau yang aku tempuh sendiri, senja hari ini mungkin tak indah, melati melati bergugur diantara wangi hayat kita, biar bulan dan matahari saling pandang, rajai langit tanah Jawa, hati ini remuk sudah.

Tataplah melatiku di ujung hari ini, tetap teduh dalam rundungnya sepi.

Melatiku tak pernah mati.

Copyleft © 2008 - 2010 Info Kota Cepu. Some Right Reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Developed by omipit with Joomla!, and use AfterBurner template.

This work is license under Creative Commons 3.0

Creative Common