Jujur Itu Dosa 1
Ditulis oleh Suprapto Sabtu, 21 November 2009 23:38
Dan ketika kusadari, malampun beranjak meninggalkan kepenatan hidup yang tak pernah terelakkan, lalu mimpi-mimpi itu datang lagi menjemput kesendirian yang tak pernah diharap, lalu bayanganmu melintas menari ,tersenyum menertawakan aku dalam indahnya malam yang tak pernah kumiliki, apa musti kukatakan bila semua telah terlewatkan.
Pagi masih menyapa dengan sinarnya dibalik jendela ketika suara-suara itu membangunkanku, lalu segelas kopi, sebatang rokok menjadi awal yang menemani rutinitas pagi, seperti sebuah ritual.
Ke Cepu aku melangkah menyusuri trotar yang hanya memutar mengitari sudut keramaian yang telah mulai kulupakan, tak ada senyum manis atau wajah ayu, yang kutemui hanya buliran keringat diraut wajah - wajah itu, ternyata masih sama tak ada yang berubah dari sekian kerja keras itu, dibhumi sendiri kita masihlah kuli.
Terkadang aku tak tahu, mengertikah kau maksudku dari sekian kalimat ini aku ingin kau paham sampai kapan Bocah-Bocah cepu merantau, bertarung nasib dinegri orang sementara Cepu hanya untuk Pendatang yang Pintar, Sarjana, Ahli perminyakan, atau terkadang para pedagang dan spekulan bermodal besar, lalu lowongan kerja hanya untuk mereka yang punya ijasah, punya koneksi dengan yang mempunyai itu semua, ternyata di Cepu masih saja sulit untuk mencari kerja.
Kinipun aku masih mencoba mencari celah dari semua ini, tapi semua itu sulit dan sulit, dan terpaksa aku tetaplah mengadu nasib bertarung untuk hidup dipusaran kota Delta ditepian sarang Buaya, walau apapun yang terjadi Cepu adalah Ibu kandungku kedua yang belum sempat kuberikan Dharma Bhaktiku Untuknya.
Jujur aku tak sanggup untuk mengungkap semua kepahitan ini tapi, kata hati telah mengajariku sebuah keberaniaan, walau pada akhirnya terkadang kusadari ternyata JUJUR ITU DOSA.
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Simbol Perlawanan Itu Menjual
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


