Buat Bapak Presidenku

Yth : Bapak Presidenku
Bapak masih sibukkah kepenatan konfrensi, ditengah hiruk pikuk konfrontasi dari sebuah supremasi yang takpasti-pasti (hukum).

Bapak aku ini rakyatmu, yang memilih dan mencintaimu, maka ijinkan aku menorehkan setitik rasa pada sebait kata.

Bapak Indonesia milik kita semua, bukan mainan lembaga-atau siapapun jua,walau mereka itu berkuasa.

Bapak rakyatmu yang mencintaimu masih setia menunggu kewibawaan yang akan kau tebar, atau mungkin sedikit kepastian dari sebuah pertanyaan rakyat tentang ketegasanmu pada mereka yang telah Anda beri kepercayaan.

Maaf Bapak, Indonesia menunggu keputusanmu

Copyleft © 2008 - 2010 Info Kota Cepu. Some Right Reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Developed by omipit with Joomla!, and use AfterBurner template.

This work is license under Creative Commons 3.0

Creative Common