Bapak Bangsat
Ditulis oleh Amini Jumat, 26 Juni 2009 22:26
Lelahku sudah kalah. Sedihku merana pergi. Dan mataku hanya membendung binar indah, tak ingat lagi cara menangis.
Senyuman gadis kecilmu ini masih mengalun, masih bersenandung dengan nyanyimu.
Terlanjur hati yang penuh, membacakan pilihan jenuh. Lari menjauh tak lagi ampuh.
Lalu menghentak bentak setiap jengkal kaki ke depan lalu ke depan lagi dan terus sampai disini.
Meringis, membelai bekas tangan panasmu. Terima kasih Bapak, semua sudah cukup untuk menggugatmu di neraka.
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Pemuda Dan Penguasa
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


