Pilihanmu Bukan Pilihanku Pilihanku Belum Tentu Pilihanmu
Ditulis oleh Suprapto Minggu, 17 Mei 2009 14:56
Teman negara kita sangat demokrasi lho, setelah pesta rakyat memilih wakil-wakil kita yang terhormat,esok bulan depan kita milih lagi,tapi yang ini Lurah Bangsa, Manager Negara yang ikut menentukan masa depan kita semua sebagai bagian kecil dari bangsa Indonesia tercinta ini.
Jangan lupa, memilih adalah tanggung jawabmu sendiri jangan pernah merasa terbebani oleh opini dan pendapat siapapun, yang pasti jangan pernah menyesalinya di kemudian hari, sebab pasti dan sangat pasti percuma.
Sebagai warga negara yang baik, mari kita memilih, menentukan masa depan negri ini dengan penuh tanggung jawab, seperti perjuangan para pahlawan-pahlawan dulu, jangan kecewakan hatimu dengan sesuatu yang tak pernah jelas juntrungnya, memilihlah dengan keyakinan-keyakinanmu sendiri, karna hidup memang penuh pilihan.
Ketika aku menulis tentang inipun aku takut dianggap memihak siapa-atau siapa, padahal yang pasti aku hanya mengajak agar kita jangan pernah golput, karna sebenarnya golput adalah orang yang takut dengan bayangannya sendiri, dan biasanya orang orang golput patut diragukan rasa tanggung jawabnya, dan jiwa ksatriyanya sebagai bagian suatu bangsa, karna memilih, merupakan tanggung jawab moral yang tak ternilai, jangan pernah kau nodai walau dalam keadaan apapun, toh baik dan buruknya negri ini tak kita sendiri yang merasakan,jangan pernah jadi pengecut teman.
Anggaplah PILPRES nanti seperti kamu memilih pacarmu, atau mungkin menjawab kepastian calon istrimu untuk hidup bersama atau tidak dikemudian hari, enjoy aja, toh kita nggak sendiri, senang kita bisa berbagi, susahpun mari kita cari solusi, jangan pernah terpecah belah pilihan boleh beda, tapi kita tetap satu RAKYAT INDONESIA, bagian dari NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
Dan esok hari mari kita hadapi hari pemilihan dengan lapang dada dan penuh rasa tanggung jawab sebagai rasa ikut memiliki Bangsa dan Negara ini, Mari kita buktikan kita sebagai Warga negara yang baik, Negara ini masih menunggu hasil karyamu, jasa-jasamu walau setitik dari air keringatmu dan itu sangatlah berarti.
Mungkin kita gak akan jadi pahlawan, tapi setidaknya sebagai rakyat kita bisa jadi panutan dan panutan buat anak cucu kita kelak, MERDEKA!, MERDEKA!, MERDEKA!
Salam damai dan sejahtera selalu.
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Simbol Perlawanan Itu Menjual
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


