Koin Keadilan Untuk Prita Mulyasari

Saat keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh

Berawal dari menyebarkan keluhan tentang pelayanan rumah sakit Omni Internasional Tangerang kepada rekannya melalui email, Prita Mulyasari ibu dua anak tersebut harus masuk bui dan dituntut kesana kemari. Tidak sampai disini saja, Prita juga harus membayar denda atas email KELUHAN tersebut. Berapakah dendanya? Ya benar, Rp. 204.000.000 rupiah. Jumlah angka nol yang keterlaluan banyaknya.

Keadilan Yang Pilih Kasih

Sebenarnya saya sudah bosan dengan opini seperti ini : mbok Minah yang mencuri 3 biji kakao saja disidang dan diberi hukuman, tetapi yang korupsi milyaran bahkan triliunan rupiah tidak tersentuh. Bagaimana menurut Anda, bukankah opini seperti itu sudah ada dari zaman dulu. Lalu kapan akan berakhir, bukannya zaman sudah berubah dan masyarakat Indonesia semakin kritis menanggapi problematika yang ada?

Perasaan Tidak Pilih Kasih

Jika keadilan pilih kasih, perasaan tidak. Perasaan manusia bisa dengan hebatnya membedakan antara siapa yang salah dan siapa yang benar. Ya, itulah sifat alamiah MANUSIA. Dan karna hal itu juga, ribuan manusia Indonesia tergerak dan bergerak untuk mendukung ibu Prita. Lalu, apakah kita masih punya perasaan, atau malah menjadi “robot berbicara” yang diam saat baterainya habis?

Simbol Keadilan Rakyat Kecil

Aksi pengumpulan koin yang terjadi saat ini merupakan sebuah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Seperti apa yang diungkapkan oleh ibu Prita sendiri, jika masyarakat memberikan koin, itu berarti adalah pelajaran untuk keadilan. Terus terang, saya pribadi merinding setelah tahu bahwa ada anak kelas 2 SD yang datang membawa koin terbungkus serbet dan berkata “ini uang kembalian belanja di rumah”.

Copyleft © 2008 - 2010 Info Kota Cepu. Some Right Reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Developed by omipit with Joomla!, and use AfterBurner template.

This work is license under Creative Commons 3.0

Creative Common