Koin Keadilan Untuk Prita Mulyasari
Ditulis oleh Om Ipit Kamis, 10 Desember 2009 14:31
Saat keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh
Berawal dari menyebarkan keluhan tentang pelayanan rumah sakit Omni Internasional Tangerang kepada rekannya melalui email, Prita Mulyasari ibu dua anak tersebut harus masuk bui dan dituntut kesana kemari. Tidak sampai disini saja, Prita juga harus membayar denda atas email KELUHAN tersebut. Berapakah dendanya? Ya benar, Rp. 204.000.000 rupiah. Jumlah angka nol yang keterlaluan banyaknya.
Keadilan Yang Pilih Kasih
Sebenarnya saya sudah bosan dengan opini seperti ini : mbok Minah yang mencuri 3 biji kakao saja disidang dan diberi hukuman, tetapi yang korupsi milyaran bahkan triliunan rupiah tidak tersentuh. Bagaimana menurut Anda, bukankah opini seperti itu sudah ada dari zaman dulu. Lalu kapan akan berakhir, bukannya zaman sudah berubah dan masyarakat Indonesia semakin kritis menanggapi problematika yang ada?
Perasaan Tidak Pilih Kasih
Jika keadilan pilih kasih, perasaan tidak. Perasaan manusia bisa dengan hebatnya membedakan antara siapa yang salah dan siapa yang benar. Ya, itulah sifat alamiah MANUSIA. Dan karna hal itu juga, ribuan manusia Indonesia tergerak dan bergerak untuk mendukung ibu Prita. Lalu, apakah kita masih punya perasaan, atau malah menjadi “robot berbicara” yang diam saat baterainya habis?
Simbol Keadilan Rakyat Kecil
Aksi pengumpulan koin yang terjadi saat ini merupakan sebuah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Seperti apa yang diungkapkan oleh ibu Prita sendiri, jika masyarakat memberikan koin, itu berarti adalah pelajaran untuk keadilan. Terus terang, saya pribadi merinding setelah tahu bahwa ada anak kelas 2 SD yang datang membawa koin terbungkus serbet dan berkata “ini uang kembalian belanja di rumah”.
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Pemuda Dan Penguasa
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


