Golput Siapa Takut ?

Pemilu akan digelar bulan Juli 2009, partai politik peserta pemilu juga sudah ditetapkan ada 34 Parpol, jadwal kampanye juga sudah diatur. Sekarang tinggal nunggu hari ‘H’ untuk mencoblos. Politik memang kekuasaan. Kekuasaan bukan untuk sekadar berkuasa, tapi untuk menuju cita-cita luhur, damai, aman dan sejahtera. Hak politik rakyat memang dipilih dan memilih. Pilihan itu didasarkan pada keinginan untuk memilih, dan tentu, siapa yang diinginkan untuk dipilih. Jika rakyat tidak punya keinginan dan tidak ada yang diinginkan, maka secara kemanusiaan sah untuk tidak menjatuhkan pilihan.

Golput Alternatif Sebuah Pilihan

Golput adalah singkatan dari Golongan Putih yaitu orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam proses Pemilihan Umum, baik karena sengaja maupun karena penyebab lainnya. Kenapa Putih, bukan hitam? Karena putih identik dengan bersih, yaitu bersih dari segala noda-noda dalam proses pemilu tersebut. Ada berbagai macam penyebab orang berlaku Golput dan bila dibahas disini mungkin menjadi panjang di samping karena saya sendiri tidak mahir dalam hal ini. Golput kini menjadi pro dan kontra. Ada banyak yang setuju golput karena sudah tidak percaya lagi dengan proses pemilu dan politik di negara ini. Banyak juga yang menentang tindakan golput. Bahkan sebuah kelompok keagamaan terbesar di negara ini mengeluarkan fatwa haram terhadap tindakan golput. Padahal sudah jelas tindakan golput adalah hak setiap warga negara.

Meski dihujat sana-sini, mulai dari kader militan, tokoh partai, tokoh parlemen, sampai sebuah lembaga - yang dianggap memiliki otoritas keagamaan mengeluarkan fatwa soal apapun - mengkodifikasi hukum agama mengenai soalan ini, nampaknya golput akan tetap berjaya dalam pemilihan anggota legislatif 9 April 2009. Tanpa mengeluarkan ongkos kampanye yang besar atau bersusah-susah sosialisasi ke masyarakat, golput kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang. Salah satu pemicunya adalah tidak fokusnya visi misi para caleg menyentuh hajat masyarakat banyak, bahkan beberapa caleg norak alih-alih mampu merebut dan meluluhkan suara masyarakat, poster nya membikin bungah dan mual para (calon) pemilih. Hal ini semakin menguatkan itikad para golput-er untuk tetap istiqamah di jalur ideologinya.

Apakah pemilu mendatang akan memberikan harapan, solusi, dan perubahan yang diinginkan rakyat?

Ketika berbicara soal kontribusi politik, kasat mata memang tidak ada sumbangan atau perolehan dari para Golput-ers. Namun suara golput merupakan manifestasi sebuah pemberontakan dari keadaan stagnan yang masif, suara yang memberi peringatan kepada pemimpin atau caleg terpilih bahwa keterpilihan mereka tidaklah bulat bundar. Ada bopeng sana-sini yang siap-siap menggerus sekiranya tidak amanah sesuai janji. Golput pun bukanlah suara ancaman untuk anarkis, ia hanya anarkis dalam memendam hak yang dimilikinya. Dan tentu saja Golput juga adalah pilihan halal warga negara.

Nah sekarang silahkan pilih Golput. Toh memilih itu tidak penting, sejauh memang tidak ingin menjatuhkan pilihan. Apalagi secara filosofis, tidak memilih itu hakekatnya juga memilih, karena itu adalah salah satu pilihan.

Copyleft © 2008 - 2010 Info Kota Cepu. Some Right Reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Developed by omipit with Joomla!, and use AfterBurner template.

This work is license under Creative Commons 3.0

Creative Common