Fenomena Anak Jalanan
Ditulis oleh Vivin Ardiyani ( STIS Jakarta ) Minggu, 01 Maret 2009 15:10
Beberapa hari lalu, saya berkesempatan menjadi tutor untuk siswa-siswa SD. Program Rohis Kampus, saya belum tahu bener sih kayak apa, tapi tetep… show must go on. Mengingat bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Maka berangkatlah kami sore itu, walau capek mendera (padet banget kegiatan kami hari itu) semangat tetep membara :) Senior sih udah ngasih tahu kalau kami bakal ngajar adek-adek yang gak mampu.
Nama tempatnya Kuburan Cina. Saat itu saya gak tahu apa itu sekedar nama ataukah sebuah kondisi sebenarnya.
Di pertigaan jalan, Di depan saya dengan kokoknya berdiri sebuah gang megah dan terlihat perumahan di dalamnya istimewa. “Daerah kayak gini dibilang “gak mampu” ?”, batin saya. Apa iya yang dibilang senior, adik-adik gak mampu itu tinggal di rumah luxurious gitu?
Dan pertanyaan tersebut terjawab sendiri dengan langkah kaki senior yang menuju gang kecil di samping gang megah tadi.
Deg. Kami, para tutor baru, terdiam melihat kondisi yang tengah kami saksikan itu. Sebuah area pemakaman yang di lahan-lahan kosongnya berdirilah rumah. Rumah yang cukup dengan syarat-syarat disebut sebagai rumah, asal mempunyai atap, pintu dan ventilasi. Ya Tuhan…
“Ini sudah ada kemajuan, Dek. Dulu disini belum ada masjid jadi tiap kita mengajar selalu di alam terbuka. Tapi mereka semangatnya selalu gede lho. Sayang juga, ada yang mutus sekolah dan menjadi pengamen untuk memenuhi hidup.”, cerita senior.
Jakarta oh Jakarta. Kau bisa membuatku tertegun seperti ini. Disebelah perumahan megah berdirilah rumah di tengah makam.
Dan mereka… anak-anak jalanan??? Ya Tuhan… Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Ada banyak hal yang belum saya syukuri hingga kini dan mereka yang mengingatkan saya akan hal itu.
Yuph… rupanya banyak tugas buat kita sebagai bangsa Indonesia (ehem!) yang belum terselesaikan. Yeah… banyak-banyak berbuat baik yuk… untuk mereka generasi penerus bangsa.. kayak lagu Greatest Love of All inih..
I believe that children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they posses inside
Give them a sense of pride To make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be
…
…
…
Tambahan info nih, sebuah tulisan PSK (Pengantar Studi Kependudukan, gitu) punya kakak tingkat yang pernah saya baca :
Definisi anak jalanan : Seseorang yang berumur dibawah 18 tahun yang menghabiskan sebagian sebagian waktunya atau seluruh waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang atau guna mempertahankan hidupnya.
JUMLAH DAN PETA LOKASI KEBERADAAN ANAK JALANAN
Anak Jalanan menurut Umur
Pengelompokan tertinggi pada kelompok umur 10-15 tahun : 59,25%
Anak Jalanan Menurut jenis kelamin
69,5% anak jalanan adalah laki-laki dan 30,5% adalah perempuan
Tingkat pendidikan anak jalanan yang ditamatkan
51,27% menamatkan pendidikan SD
24,64% menamatkan pendidikan SMP
24,08% tidak mengenyam pendidikan
PROFIL ANAK JALANAN
Menurut tempat tinggal
57,61% masih tinggal dengan orang tua/saudara
16,93% kontrak dengan teman
12,99% tinggal di jalan
Menurut kegiatan ekonomi
36,41% menjadi pengamen
19,77% menjadi pedagang asongan
15,43% menjadi pengemis
Menurut alasan menjadi anak jalanan
58,43% karena keinginan sendiri
32,30% karena dorongan keluarga
8,36% karena diajak teman
Pffft… Kita harus berbuat sesuatu!
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Pemuda Dan Penguasa
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


