Fenomena Anak Jalanan

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan menjadi tutor untuk siswa-siswa SD. Program Rohis Kampus, saya belum tahu bener sih kayak apa, tapi tetep… show must go on. Mengingat bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Maka berangkatlah kami sore itu, walau capek mendera (padet banget kegiatan kami hari itu) semangat tetep membara :) Senior sih udah ngasih tahu kalau kami bakal ngajar adek-adek yang gak mampu.


Nama tempatnya Kuburan Cina. Saat itu saya gak tahu apa itu sekedar nama ataukah sebuah kondisi sebenarnya.

Di pertigaan jalan, Di depan saya dengan kokoknya berdiri sebuah gang megah dan terlihat perumahan di dalamnya istimewa. “Daerah kayak gini dibilang “gak mampu” ?”, batin saya. Apa iya yang dibilang senior, adik-adik gak mampu itu tinggal di rumah luxurious gitu?

Dan pertanyaan tersebut terjawab sendiri dengan langkah kaki senior yang menuju gang kecil di samping gang megah tadi.

Deg. Kami, para tutor baru, terdiam melihat kondisi yang tengah kami saksikan itu. Sebuah area pemakaman yang di lahan-lahan kosongnya berdirilah rumah. Rumah yang cukup dengan syarat-syarat disebut sebagai rumah, asal mempunyai atap, pintu dan ventilasi. Ya Tuhan…

“Ini sudah ada kemajuan, Dek. Dulu disini belum ada masjid jadi tiap kita mengajar selalu di alam terbuka. Tapi mereka semangatnya selalu gede lho. Sayang juga, ada yang mutus sekolah dan menjadi pengamen untuk memenuhi hidup.”, cerita senior.

Jakarta oh Jakarta. Kau bisa membuatku tertegun seperti ini. Disebelah perumahan megah berdirilah rumah di tengah makam.

Dan mereka… anak-anak jalanan??? Ya Tuhan… Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Ada banyak hal yang belum saya syukuri hingga kini dan mereka yang mengingatkan saya akan hal itu.

Yuph… rupanya banyak tugas buat kita sebagai bangsa Indonesia (ehem!) yang belum terselesaikan. Yeah… banyak-banyak berbuat baik yuk… untuk mereka generasi penerus bangsa.. kayak lagu Greatest Love of All inih..

 



I believe that children are our future

Teach them well and let them lead the way

Show them all the beauty they posses inside

Give them a sense of pride To make it easier

Let the children’s laughter remind us how we used to be








Tambahan info nih, sebuah tulisan PSK (Pengantar Studi Kependudukan, gitu) punya kakak tingkat yang pernah saya baca :

Definisi anak jalanan : Seseorang yang berumur dibawah 18 tahun yang menghabiskan sebagian sebagian waktunya atau seluruh waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang atau guna mempertahankan hidupnya.

JUMLAH DAN PETA LOKASI KEBERADAAN ANAK JALANAN

Anak Jalanan menurut Umur
Pengelompokan tertinggi pada kelompok umur 10-15 tahun : 59,25%

Anak Jalanan Menurut jenis kelamin
69,5% anak jalanan adalah laki-laki dan 30,5% adalah perempuan

Tingkat pendidikan anak jalanan yang ditamatkan
51,27% menamatkan pendidikan SD
24,64% menamatkan pendidikan SMP
24,08% tidak mengenyam pendidikan

PROFIL ANAK JALANAN

Menurut tempat tinggal
57,61% masih tinggal dengan orang tua/saudara
16,93% kontrak dengan teman
12,99% tinggal di jalan

Menurut kegiatan ekonomi

36,41% menjadi pengamen
19,77% menjadi pedagang asongan
15,43% menjadi pengemis

Menurut alasan menjadi anak jalanan

58,43% karena keinginan sendiri
32,30% karena dorongan keluarga
8,36% karena diajak teman

Pffft… Kita harus berbuat sesuatu!

Copyleft © 2008 - 2010 Info Kota Cepu. Some Right Reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

Developed by omipit with Joomla!, and use AfterBurner template.

This work is license under Creative Commons 3.0

Creative Common