Aku Cinta Indonesia
Ditulis oleh Amini Selasa, 23 Desember 2008 22:14
Udara sudah terasa dingin meski belum masuk waktu magribh, memang beginilah cuaca di sini saat ini(TW). Siang hari yang pendek dan malam panjang, selalu dingin dan sejuk. Membuatku malas bangkit dari bangku taman apalagi beranjak pergi dari sini, aku mengesap rokokku entah sudah berapa batang dan teh hijau yang aku beli di jalan sudah hampir habis. Tidak begitu dengan hati dan pikiranku, gelisah dan melayang tak tentu.
Aku baru tinggal disini 6 bulan. Kota ini bersih dari sampah, maju, dan bebas kemacetan. Bagiku tempat ini tempat yang sempurna untuk aku bekerja dan tinggal. Tapi dari waktu ke waktu aku tidak lagi beranggapan begitu. Kota ini tidak lebih dari kota mati yang disulap dengan lampu-lampu dan batu. Apalagi yang bisa aku ungkapkan. Aku memiliki banyak kelemahan yang aku anggap sebagai kelebihan. Aku gadis mandiri meski tidak berpendidikan tinggi tapi aku cepat belajar, tetap saja aku merasa bodoh. Aku gadis sederhana yang mudah bergaul dan berkepercayaan tinggi pun susah mencari teman dan kaku, rasanya senyum ini begitu mahal.
Aku terjebak dengan rutinitas kerja. Aku melewati Lebaran tahun ini dengan banjir air mata dan jadi bahan tertawaan rekan-rekan karena ini sangat cengeng untuk gadis tangguh seperti aku. Aku meminta mereka untuk diam, aku katakan dengan sangat malubahwa aku hanya wanita, setangguh apapun aku berhati rapuh. Aku sangat rindu kampung halaman, jalan-jalan yang rusak dan berdebu. Penjual bensin eceran, pengamen, warung es degan, warung kopi, warteg, warung remang-remang, gerobak mie ayam atau bakso tak pernah aku temui di sini. Suasana hatiku makin haru, aku menahan tangisku. "Hujan Emas di negeri orang lebih baik hujan batu di negeri sendiri", ada benarnya tapi aku tidak setuju. Aku hanya rindu, aku merasa sekarang adalah kondisi terbaikku. Aku masih berpikir dan bercita-cita. Aku masih muda meski tidak selamanya muda. Aku selalu bersemangat dan berinovasi atas pemikiran. Aku berdarah jawa dan aku tetap bangga dengan Indonesia. :@
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Overview Japanese Rock
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Pemuda Dan Penguasa
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


