Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
Ditulis oleh Prie GS Rabu, 24 Februari 2010 23:43
Kami sekeluarga belum lama ini menyelenggarakan sebuah syukuran sederhana atas keberhasilan anak bungsu kami yang masih balita karena ia sudah bisa kencing sendiri. Ini adalah prestasi pertamanya sejak ia bayi. Kami semua berteriak gembira menyambut hari yang bersejarah ini. Dan si anak bukan main gembira melihat respon sekitarnya yang begitu luar biasa. Ia merasa telah menjadi anak gede, suatu imajinasi yang tak henti-hentinya ia bayangkan. Ia mulai merasa nikmatinya menjadi gede dan menolak disebut sebagai bocah.
Anakku Seorang Penjilat
Ditulis oleh Prie GS Rabu, 24 Februari 2010 23:40
Anak lelaki saya, 4 tahun, memiliki kebiasaan dan bakat yang betul-betul tidak pernah saya harapkan, yakni bakat seorang penjilat. Apa saja hampir dijilatnya, termasuk tahi lalat di jidat mbah kakungnya. Saya panik juga melihat kenyataan ini.
Anak-anak Menerima Rapot
Ditulis oleh Prie GS Rabu, 24 Februari 2010 23:38
Musim anak menerima rapot, mirip Lebaran saja layaknya. Sekolah jadi ramai sekali. Mobil-mobil berderet, dan ada bazar pula sebagai pelengkapnya. Sementara anak-anak langsung sibuk dengan keramaian, orang tualah yang tegang tehadap rapot anak-anaknya.
Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
Ditulis oleh Prie GS Rabu, 24 Februari 2010 23:33
Setiap kali saya merasa aneh setiap melihat tukang tambal ban. Keanehan terjadi ini membuat saya tidak tahan dan terpaksa jadi tulisan. Amatilah, jika sedang tidak ada kerjaan, tukang tambal ban ini pasti memandang kejauhan, kadang kosong dan menerawang. Ada berjubel imajinasi di kepalanya, tapi hampir satu yang pasti, datangnya ban bocor adalah soal yang paling dia bayangkan. Dan fakta bahwa orang ini sudah bertahun-tahun menjalani profesinya, adalah bukti bahwa ban bocor itu setiap hari ada. Dan bahwa ada ban yang selalu dibocorkan oleh keadaan hanya untuk memberi rezeki orang ini saya kira jauh lebih ajaib katimbang Borobudur dan Air Terjun Niagara. Itulah kenapa menunggu adalah kegiatan yang menakjubkan saya karena ia adalah bentuk usaha tertinggi yang bisa dilakukan manusia.
Pergi Hanya untuk Kembali!
Ditulis oleh Prie GS Jumat, 19 Februari 2010 15:28
PAK Harto mangkat dan bendera setengah tiang dikibarkan di sekujur Indonesia, termasuk di kampung saya. Kematian tokoh ini memberi banyak pekerjaan rumah tidak cuma bagi Indonesia, tetapi juga bagi kedisiplinan di rumah saya. Betapa berantakan keadaannya karena bendera itu baru saya temukan setelah seluruh almari saya obrak-abrik sedemikian rupa. Betapa buruk perhatian saya pada negara, jika perhatian kepada bendera menjadi salah satu indikatornya.
Teman Masa Kecilku
Ditulis oleh Prie GS Jumat, 19 Februari 2010 15:27
Pelajaran kepemimpinan yang kudapat pertama kali ternyata berasal dari teman-teman masa kecilku. Eloknya, mereka adakah teman-teman yang sangat ku kenang justru karena kenakalannya. Misalnya si A yang dikenal kikir. Terkenal sekali kemampuan anak ini dalam soal jajan tidak bayar. Jika masuk ke kantin sekolah ia seperti bebas makan apa saja. Jika kantin sedang ramai ia tinggal ngeloyor pergi sambil menbentak bahwa teman di sebelah yang sedang makan itulah yang nanti akan bayar. Jika kantin sedang sepi pembeli dan ia datang sendiri, ia tinggal bilang ngutang pada penjaganya, seorang ibu tua yang baik hati.
Betapa Ingin Saya Dicemburui
Ditulis oleh Prie GS Jumat, 19 Februari 2010 15:25
Sebagai suami, sangat ingin saya melihat istri cemburu. Tapi ternyata keinginan ini tidak mudah. Berbagai godaan telah saya coba, tapi hasilnya nihil belaka. Di tempat-tempat umum, saya secara terus terang sering menatap wanita-wanita yang lalu lalang. Jika ada yang cantik saya mengaguminya secara terbuka. Dan hebatnya, istri saya malah ikut berkomentar serupa.
Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
Ditulis oleh Prie GS Jumat, 19 Februari 2010 15:21
Apa yang sudah digariskan menjadi milikku akan tetap menjadi milikku. Begitulah watak rezeki dan keberuntungan. Kejadian berikut ini menjelaskan konsep itu. Adalah suheng saya, Andrie Wongso, motivator paling menggelegar di Indonesia itu yang hendak merayakan ulang tahunnya dan menggelar perayaan. Perayaan terbesar sepanjang sejarah hidupnya karena selama ini, apalagi ketika ia masih miskin dahulu, ulang tahun itu hanya dirayakan dengan sebutir telur. Cuma sebutir… itu pun sudah merupakan kemewahan karena telur utuh, hanya ia dapati cuma di hari keramatnya.
Berikan Sakit Anakku Kepadaku
Ditulis oleh Prie GS Sabtu, 13 Februari 2010 11:16
Sepanjang bicara soal anak, kita, orang tua, seperti memiliki rumus generik. Misalnya ketika bicara soal pendidikan anak: anakku harus bersekolah tinggi, jangan goblok seperti bapaknya. Misalnya lagi soal beragama: anakku harus mendapat les privat dari guru agama. Orang tuanya sudah kepalang rusak, anaklah yang harus bisa membantu orang tuanya masuk surga. Lalu jika bicara soal masa depan: jangan sampai anak besok menjadi orang susah. Cukup bapaknya saja yang sengsara.
Bau Tubuh Istriku
Ditulis oleh Prie GS Sabtu, 13 Februari 2010 11:12
Anak saya memiliki serpihan gombal yang derajatnya telah menjadi jimat. Tanpa gombal ini, mustahil dia tertidur. Jika kami sekeluarga harus pergi menginap ke luar kota, semua barang boleh ketinggalan kecuali gombal yang satu ini. Jika barang ini sampai tertinggal, bencana akibatnya.
Anak ini akan menolak tidur semalaman. Ia akan mencari gombal jimatnya itu melebih apa saja. Jika ia sudah mendekat gombalnya, wahai... anak ini akan segera stoned, mabuk, dan tidur dengan lelapnya. Kami hanya bisa heran, bagaimana gombal bulukan yang tak pernah kenal air ini bisa membuat hidupnya demikian tenteram.
Halaman 1 dari 6
«MulaiSebelumnya123456BerikutnyaAkhir»Adalah seorang Penulis sekaligus Kartunis asal Semarang, Jawa Tengah. Tulisan-tulisannya yang sederhana, menggelitik, kritis ternyata dapat sekaligus menampar kesadaran terdalam dari setiap manusia yang mengaku masih punya akal dan perasaan.
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Pemuda Dan Penguasa
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


