Ternyata Aku Hanya Seorang Kuli
Ditulis oleh Mamad Culun Rabu, 27 Januari 2010 21:25
~ Sebuah kisah nyata dampak negatif dari berorganisasi ~
Fucking my ashole with your dick! Begitulah kata-kata yang terlontar dari mulutku setelah mendengar curhatan dari si Otong. Cerita ini di ilhami oleh sebuah pengalaman pribadi seseorang yang mana dia adalah seorag mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang aktivis kelas wahid. Sebuah cerita yang menceritakan pengalaman seorang mahasiswa di negeri seberang tentang pengalamannya ikut serta dalam sebuah organisasi. Sebut saja si Otong.
Organisasi ini sudah ada jauh sebelum si Otong merasakan duduk di bangku kuliah dan mengenyam dunia perkuliahan,organisasi ini sudah sangat tenar dan punya nama di kota Otong tinggal. Sebuah organisasi yang beranggotakan para mahsiswa yang sama-sama merantau dinegeri orang. Sebuah organisasi yang terkenal idientik dengan kaum-kaum intelek dan terpelajar. Semula, organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan antar mahasiswa yang mempunyai persamaan nasib dan sepenanggungan yaitu sama-sama menempa ilmu di suatu kota yang sama yang mana mempunyai jarak yang jauh dari kota asal mereka. Akan tetapi lama kelamaan oganisasi ini berubah menjadi sebuah organisaasi yang congkak dan menyimpang dari tujuan semula. Kenapa ku katakan congkak? Karna organisasi ini didirikan oleh orang-oang yang congkak,dan sok sukses dalam setiap pekerjaannya.
***
Si Otong adalah seorang mahasiswa yang terkenal cerdas dan berbakat dalam segala hal termasuk dalam hal organisasi. Dia sudah tertarik dan terbuai sejak awal mula oleh kepopuleran organisasi tersebut di kotanya walaupun itu sebenarnya palsu semua, dia sangat bersemangat untuk ikut serta dalam organisasi tersebut. Saat masih duduk di bangku SMA si Otong memang sering membanyangkan seandainya dia bisa ikut serta dalam organisasi tersebut pastilah sangat membanggakan karna bisa mendapat ketenaran tentunya dan itu akan menjadikan suatu kebanggaan tersendiri bagi dirinya.
Banyak sekali igauan tentang hal-hal yang membanggakan dan akan memberikan kepuasan tersendiri pada dirinya yang berjejal dalam benak si Otong sebelum dia ikut nimbrung dalam organisasi tersebut. Akhirnya impiannya terkabul,dia dapat ikut serta menjadi anggota organisasi yang dia damba -dambakan. Awalnya dia merasa bangga dan bahagia bisa nimbrung dalam organisasi tersebut dan yang lebih membuat Otong lengkap kebahagiaannya adalah saat dia dicalonkan menjadi kandidat ketua organisasi tersebut, sungguh betapa bangganya dia saat itu.
Akan tetapi pada akhirnya dia mrasakan sebuah keterpurukan,sebuah pembodohan yang dikarenakan tekanan-tekanan dari para alumni organisasi tersebut. Para alumni yang sebagian besar adalah orang-orang yang congkak dan bermulut besar sehingga memungkinkan banyak omong kosong yang terlontar dari mulut mereka. Mulut-mulut yang sering berbusa ketika mereka memuntahkan banyak omongan-omongan pembodohan, omong kosong yg disusun dan dipoles menjadi sedemikian rupa sehingga dapat menarik simpati para calon-calon anggota alias calon korban berikutnya atau dalam bahasa kuno bisa disebut the next victim yang akan mereka ajak bergabung dalam organisasi tersebut.
Cerita punya cerita sampailah pada hari yang ditunggu-tunggu oleh si Otong. Pada Hari itu diadakan pemilihan calon ketua organisasi yang mana Otong ikut di calonkan menjadi kandidat calon ketua, dan sebelum pemilihan sudah terdengar isu bahwa Otonglah yang menjadi kanidat terkuat dalam pemilihan, dan bakal terpilih menjadi ketua. Dan hal itu ternyata terbukti juga,karena pada hari pemilihan si Otong lah yang mendapatkan suara terbanyak sehingga secara otomatis si Otong diangkat mejadi ketua organisasi tersebut sacara sah menurut undang-undang dan peraturan yang berlaku.
***
Beberapa minggu setelah terpilih menjadi ketua organisasi yang baru,tugas pertama si Otong adalah mengadakan sebuah event turnament olahraga sepak bola lapangan kecil atau biasa disebut juga futsal. Event turnament futsal ini diselenggarakan untuk para siswa SMA disekitar kota asal organisasi tersebut, dan diadakan rutin setiap tahunnya. Dan pada masa kepemimpinan Otong,event tersebut adalah yang ke-5 kalinya yang sudah diadakan di kota tersebut. Si Otong yang malang ternyata hanya bekerja sendirian mempersiapkan semuanya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan event ter sebut, mulai dari pembuatan proposal, ijin tempat acara, mengajukan proposal kesana-kemari, memasang spanduk acara,hingga menawarkan iklan dan menjadi sales iklan kesana-kemari yang ujung-ujungnya bermacam-macam tanggapan dari pihak-pihak yang ditawari iklan tersebut, mulai dari tanggapan yang bersifat positif hingga tanggapan yang terkesan mengejek dan menghina, sampai merendahkan martabat dirinya sebagai seorang ketua organisasi. Lalu kemana para anggotanya?
Para anggotanya ternyata lebih meemilih untuk mementingkan kewajibannya sebagai mahasiswa. Mereka sebagian besar lebih memilih kuliah dari pada ikut membantu Otong mempersiapkan terselenggaranya event yang akan diadakan. Dan si Otong pun tak bisa protes kepada para anggotanya karna si Otong juga memaklumi bila para anggotanya lebih mementingkan perkuliahannya sabab itu bukan tindakan yang bisa disalahkan. Sehingga, alhasil si Otong sendirilah dengan susah payah bekerja sendirian untuk mempersiapkan semuanya demi terselenggaranya event itu. Event tersebut ternyata berjalan dengan lancar dan tergolong sukses dari tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun kepemimpinan Otong dalam organisasi, berhasil menghadirkan seorang kepala daerah yang memiliki kedudukan paling tinggi dijajarannya untuk membuka dan sekaligus meresmikan event olah raga tersebut. Keren sekali ya? Si Otong huebat batuk… hehehe… (penulis tertawa bangga).
Akan tetapi si Otong malang ternyata hanya melancarkan ambisi para alumnusnya yang berambisi menyetir organisasi yang dipimpin si Otong untuk kepentingan-kepentingan yang akan menguntungkan para alumnus organisasi tersebut. Semuanya telah dilakukan oleh si Otong, semuanya sudah dikorbankan oleh si Otong, mulai berkorban tenaga pikirannya hingga perkuliahannya demi melancarkan event2 yang akan di adakan oleh organisasinya, yang mana secara tidak langsung para alumnus dari organisasi tersebut masih ikut nimbrung untuk menyetir organisisasi tersebut untuk kepentingan-kepentingan mereka. Tapi si Otong tetap tegar, dengan lapang dada dan berbesar hati si Otong merelakan semuanya dengan tulus, meskipun dia sudah tahu bahwa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,karna sejak semula Otong adalah pemuda yang dikenal tulus, tidak sombong, baik hati, rajin, dan suka menabung.. (hehehe… kagak nyambung ya? Hehe.. penulis jadi ketawa lagi dech..)
***
Setelah event itu terlaksana, si Otong kembali menjalankan kewajibannya untuk menimba ilmu merantau kembali ke negri orang, dengan harapan bisa memperbaiki kuliahnya yang terbengkalai gara-gara mempersiapkan event tersebut. Si Otong yang juga merasa tidak hanya mempunyai tanggung jawab sebagai ketua organisasi saja melainkan juga pada kuliahya sesegera mungkin mengerahkan seluruh tenaga, jiwa dan raganya serta jurus2 ampuhnya yang sakti mandra guna (weleh2.. kok malah kaya cerita satria baja hitam ya? Hehehe…, ya dah gak pa pa dech dari pada gak ada kalimat yang lebih lebay lagi dari ini buat ngungkapinnya… hehe…) buat mengejar ketertinggalannya diperkuliahan. Di tengah perjuangannya menimba ilmu pun si Otong juga masi mendapatkan instruksi-instruksi dari para alumnus yang menghubunginya lewat sms untuk segera mengadakan event2 yang lain. Memang malang benar nasib si Otong, masih aja dirusuhin dengan orang2 macam kayak gitu…, tapi si Otong tetap bersemangat.
Mereka, para alumnus hanya bisa menuntut dan menyuruh-nyuruh saja untuk segera mengadakan event2 lainnya dan bila tidak dilaksanakan, mereka hanya tinggal menyindir kinerja Otong hingga mengata-ngatai dan mengecap si Otong sebagai seorang yang gagal dalam memimpin organisasi tersebut.
Kasihan banget nasib si Otong yang malang.. pasti dia sering kebingungan karna ulah almnus organisasi tersebut yang seenaknya sendiri memperlakukan Otong seperti itu.. kasihan si Otong yang selalu bingung padahal dia tak tahu para alumnus itu mengirimi Otong sms dengan santainya sambil megang stick PS dan asyik bermain PS sambil menikmati rokok dan kopi.. mantab banget.., bisa juga kan bila seperti itu?
Singkat cerita terjadilah peristiwa yang tidak mengenakkan dan menyakitkan bagi si Otong, gara-gara si Otong tidak segera melakukan regenerasi kepemimpinan sebagaimana telah diinstruksikan oleh para seniornya dan para alumnus organisasi yang Otong pimpin. Si Otong yang saat itu tengah menikmati liburan semesteran dari perkuliahannya dengan acara ngopi bareng dengan teman2nya disebuah warung kopi langganannya yang cukup terkenal di kotanya dan banyak sekali muda-mudi yang ndongsong di warung tersebut setelah senja mulai menghilang dan malam menjelang.
Saat asyik2 mengbrol dan menikmati kopi bersama teman2nya si ottong mendapat sebuah sms dari seorang alumnus yang berisi tentang pernyataan dari para alumnus, bahwa si Otong gagal dalam memimpin organisasinya dan organisasinya dianggap mati dan gak mengalami suatu kemajuan karna tak lagi pernah mengadakan event2 yang lain setelah mengadakan event futsal. Sontak saja, setelah menerima sms itu wajah si Otong berubah memerah karena marah dan rasa sesak memenuhi seluruh rongga dadanya hingga rasa sesak akibat marahnya itu menyebabkan perutnya mual sampai-sampai pengen muntah.
“Anjing!! (dan kata-kata kotor lain yang tak dapat disebutkan satu persatu) Uda panas-panas jual iklan, mengajukan proposal ke gedung kepala pemerintahan daerah setempat yang berjarak yang jauh pula dari kota, udah bingung mempersiapkan apa yag dibutuhkan demi berlangsungnya event tersebut, tapi ujung-ujungnya apa? Dikatain gagal! Dianggap gagal!! Huft..
Coba bayangkan, udah ksana kmari, udah panas-panasan kerja sendirian, malah ujung2nya dicap gagal. Udah dibela-belain cari sponsor, jualan iklan kesana kemai tapi ujng2nya dicap gagal. Dimana hati nuranimu hai para alumnus dodol!! Dasar alumnus congkak gak punya otak!. Aku ini apa Cuma mikirin organisasi sampah itu? Anjing benar orang yang seenaknya mencap aku gagal. Coba kalau dia jadi aku, gimana rasanya bila dia diperlakukan seperti itu. Dasar anjing mereka semua! Mereka itu menganggap aku ini apa?? Seorang kuli??" gerutu si Otong dalam hati setelah dia menerima sms tersebut.
Kasihan si Otong yang hanya dianggap sebagai seorang kuli yang di suruh2 kesana kemari demi kelancaran organisasinya. Betapa nelangsa saat dia membayangkan saat-saat perjuangannya dalam mempersiapkan event organisasinya, betapa pilu hatinya, dia susah payah bingung melawan teriknya panas matehari, panas yang menyengat kulitnya tak dihiraukannya, hujan yang menghadang saat perjalanannya menuju kantor kepala daerah yang berada jauh dari kampungnya dan berada di luar kota asalnya dia terjang demi kelancaran event organisasinya, pacarnya yang cantik yang sering mengeluh karna menganggap Otong sudah tak sayang lagi padanya dan dengan tabah menerima omelan yang sering dia dengar dari mulut pacarnya yang cantik hingga dia sudah terbiasa mendengarnya dan merasakan omelan-omelan itu seperti mendengar musik jazz yang terlantun indah, hingga sampai-sampai pada akhirnya dia merelakan juga pacarnya yang cantik itu meninggalkan dirinya karna pacarnya sudah tak betah lagi dengan Otong yang sering meninggalkannya karna urusan organisasi, kuliahnya dia relakan terbengkalai juga semata-mata demi kelancaran event yang akan diselenggarakan oleh organisasinya.
Akan tetapi apa yang dia dapatkan? Predikat ketua teladan?,seorang aktivis yang sukses? Ataukah menjadi popular dengan jabatannya? Tidak!! Dia tak mendapatkan apa2 setelah pengorbanan yang di lakukannya., malahan pada akhirnya dia di cap sebagai seorang yang gagal hingga memberikan keterpurukan bagi dirinya. Padahal hanya disebabkan karna dia terlambat mengadakan regenerasi jabatan kepemimpinannya. Sungguh2 malang dia disamakan seperti seorang kuli yang bisa disuruh-suruh dengan seenaknya oleh organisasinya.
Sebuah organisasi tahu tempe yang sok berasa ayam panggang, Dengan congkaknya para anggota organisasi yang lain mendeklamasikan hal itu, mendeklamasikan bahwa organisasi tahu tempenya itu mempunyai rasa ayam panggang.
Padahal sebetulnya hanyalah sebuah organisai yang berisikan mahasiswa-mahasiswa tolol bermulut besar dan hanyalah kumpulan para penjilat ulung yang bisa menjilat kesana kemari untuk kepentingan organisasinya. Organisasi yang juga dipelopori dan didirikan oleh para alumnus yang juga para penjilat yang handal dalam merebut simpati warga sekiar, bahkan pejabat-pejabat daerah kota asal mereka.
Meskipun dengan sakit hati yang masih menghinggapi dirinya, si Otong tetap berusaha menjalankan tugasnya yang terakhir dengan baik yaitu menyelenggarakan regenerasi jabatannya. Si Otong telah menentukan hari dan tempat pelaksanaan pemilihan ketua yang baru. Hari yang dinanti-nanti oleh Otong pun telah datang, hari kebebasannya sebagai seorang kuli telah tiba, yakni hari pemilihan calon ketua organisasi yang baru. Pada hari itu akhirnya telah terpilih seorang ketua baru yang akan menggantikan tugas-tugas si Otong sebagai ketua organisasi kedepannya, (atau mungkin menjadi pengganti Otong sebagai seorang kuli di organisasai tersebut? em.. entahlah yang penting si Otong udah bebas dari statusnya sebagai seorang kuli yang berlebel ketua organisasi, hehehe.. penulis ketawa mengejek..).
Disela-sela acara pemilihan tersebut si Otong diberikan kesempatan untuk berorasi didepan anggotanya untuk terakhir kalinya dan yang menghebohkan adalah pada saat itu juga dia mengundurkan diri dari keanggotaan organisasi tersebut dan guna membalas sakit hatinya, diakhir orasinya si Otong mengacungkan jari tengahnya keseluruh anggota yang datang saat itu dan pada alumnus-alumnus yang sengaja diundang datang pada acara tersebut seraya berteriak GO TO HEEL WITH YOUR AID dengan lantang dan menggebu-gebu hingga mulutnya berbusa dan air liurnya sebagian ada yang muncrat dan mengenai beberapa anggota yang kebetulan duduk di depan Otong berorasi (wuih… elooo emank kereeen tong,he.. sekalian aja elo ludahin semua yang ada disana biar tambah nyahok… hehe… penulis ketawa lagi).
Si Otong malang yang akhirnya merasa hanya menjadi seorang kuli didalamnya, seorang kuli yang berlebel ketua organisasi. Si Otong yang malang dengan sejuta mimpi semu yang telah pupus. Kuliahnya hancur, kehidupan pribadinya amburadul, kisah cintanya tak lagi bersemi, dan yang terakhir dicap sebagai orang yang gagal oleh seorang yang anjing yang sok sukses. Memang sungguh malang nasib si Otong karna ikut serta dalam organisasi tersebut.
Sekian sedikit cerita dari pengalamn si Otong yang pahit gara-gara ikut nimbrung pada sebuah organisasi tai yang sok eksis di kota asalnya yang pada akhirnya membawa Otong pada sebuah keterpurukan… dan semoga kisah ini bisa menjadi pertimbangan bagi para pembaca apabila ingin ikut nimbrung pada sebuah organisasi.
Saran dari penulis agar tak ada lagi Otong2 yang lain adalah sebagai berikut:
- Awas,hati-hati jangan sampai anda bergabung dengan organisasi yang berisi para penjilat dan identik dengan perilaku anjing yang suka menggonggong seenaknya tanpa disertai pikiran.
- Pertimbangkan dampak positif dan negative dari berorganisasi dengan sangat matang. Hingga tidak menghasilkan sebuah pilihan yang membawa kehancuran pada diri anda.
- Kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat dari pelakunya tapi juga karna ada kesempatan. Maka WASPADALAH…. WASPADALAAAHH… HAAAHH!!!!
Terimakasih telah membaca cerpen ini, semoga bisa menghibur dan dapat meberikan manfaat lain. Mohon maaf bila dalam penulisan cerpen ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati para pembaca sekali lagi terima kasih dan selamat menikmati. Nantikan cerita lanjutannya dengan judul “Mantan Kuli Versus Mantan Organisasi”
- Tempat Itu Bernama Warung Kopi
- Anakku Sudah Bisa Kencing Sendiri
- Anakku Seorang Penjilat
- Anak-anak Menerima Rapot
- Kita adalah Orang-orang yang Menunggu
- Pergi Hanya untuk Kembali!
- Teman Masa Kecilku
- Betapa Ingin Saya Dicemburui
- Milikku Akan Selalu Kembali Kepadaku
- Berikan Sakit Anakku Kepadaku
- Bau Tubuh Istriku
- Berdialog dengan Derita
- Doa Yang Salah Jurusan
- Doa Anak-anak Saya
- Di Stadion Dengan Penonton Ratusan Ribu
- Blok Cepu Yang Sebenarnya
- Band Jepang yang Beraliran VISUAL KEI
- Fenomena Anak Jalanan
- Kota Cepu Kota Impian
- Hukum Newton Ketiga
- Sang Kesatria
- Geliat Seni Urban Sebagai Bentuk Aktualisasi Diri para Penduduk Kota
- Overview Japanese Rock
- Anjingku Berkata "ANJING" Kepadamu
- Bangkitnya Pergerakkan Mahasiswa
- Seandainya Jeritanku Terdengar
- Pentingnya Sebuah Blog Untuk Guru
- Saat Kuhapus Bekas Bibirnya
- Budaya Indie Sebagai Bentuk Kemerdekaan Berkreatifitas
- Simbol Perlawanan Itu Menjual
- Presentation is Your Show - Selesai
- Presentation is Your Show #7
- Presentation is Your Show #6
- Presentation is Your Show #5
- Presentation is Your Show #4
- Presentation is Your Show #3
- Presentation is Your Show #2
- Presentation is Your Show #1
- Sex After Dugem - Filsafat Praktis untuk Menulis
- Menulis itu gampang. Lesson No. 6
- Menulis Itu Gampang. Lesson No. 5
- Menulis Itu Gampang. Lesson no. 4
- Menulis itu gampang. Lesson No. 3
- Menulis itu gampang. Lesson No. 2
- Menulis itu gampang. Lesson No. 1


